Puisi “Perempuan Tua yang Merindu” Nuril Hidayah-Karawang

PEREMPUAN TUA YANG MERINDUkarya : Nuril Hidayah, Karawang

kutelanjangi mata ini dengan tatapan hampa
hatiku hanyut dalam kepedihan

seorang perempuan tua yang tak lagi bisa apa apa
hanya diam termangu dalam
kesendirian berharap cinta kan datang padanya

perempuan dengan jarit dan baju kumalnya
raut wajahmu
mengisyaratkan kegundahan

berkata: bahwa aku ingin merasakan kue lembut halus buatan anakku
yang ingin dari tangannya menyuapkan kemulut tuaku

aku yang terpana menyaksikan cerita hidup perempuan tua penuh makna
lalu berkata: adakah lagi cinta sedemikian buatku, ibu?

lalu ku berkata lagi: adakah tempat tersisa buatku di hatimu
sedikit saja, ibu?

karawang, 05 maret 2017

Tinggalkan komentar