Puisi “Hujan Kali ini” Yufita-Kalbar

Hujan Kali Ini

Karya Yufita, Kalbar

Di tiap tetesnya
kutitip rindu tak habis-habis.
Kusemat pinta dalam doa
yang tak putus-putus, Kekasih.

Di dingin derainya
kurindukan hangat dekapmu
yang tak pernah sempat kumiliki,
meski sekejap. Terculik bidadari
palsu yang disempalpaksakan
kaum penyihir.

Dan benciku
kau tak pernah bangun
dari tidurmu. Tak lasak digasak
mimpi buruk begitu.

Diammu membuatku nyeri
Bungkammu senjata bagi mereka
yang hapal jalan tipu daya

Tak mengertikah kau, Sayang
Tak pahamkah dirimu dibiusmabuki
mutiara dalam kekata basi
Mereka tak peduli
kau bahagia, atau sengsara
asalkan tercapai maksud
mati pun tak ambil tahu.

Di gigil Oktober tahun ini
kau dan aku sama beku, Kekasih.
Sama beku.

Hanya pongah saja berkata bahagia.
Hanya basa-basi sebagaimana kehendak
di luar kuasa kita.
Selebihnya, saling harap. Sama cemas.
Sembunyi rutuk tersembunyi.

Di hujan kali ini, Kekasih
di hujan kali ini.

Pontianak, 12 Oktober 2018.

Tinggalkan komentar