Puisi “Mantan” Daun Lontar

Mantan

Daun Lontar

Tiga dasawarsa
Saat usiaku menguncup aku bertaruh nyali mendekatimu

Hari-hariku bertabur rekahan rindu dan cita
Saat itu bertukar pandang sekejap saja denganmu sdh cukup meluap bahagiaku

Ingatkah dirimu…
Di lorong sempit belakang bangunan, aku menunggu jejakmu biasa berlalu lalang

Tibalah dirimu yg kutunggu
Kita bertumbuk pandangan
Anginpun tercenung dan berhenti berbisik
Mulutku terkatup melawan derasnya degup jantung

Aku niatkan saat itu tuk berkata sayang kamu dgn diiringi ciuman manis dipipimu
Syahdan…
Keringatku mengucur deras dan tulang2ku kaku mematung…
Tinggallah hanya kata sayang yg dapat kubisikkan
Sementara ciuman manisku tersandra kaku.

Tiga dasawarsa sudah cerita itu memuai
Ku dengar kau telah mengayuh hidup dgn lelaki sandaranmu…
Aku rela..
Karena akupun jg telah melabuhkan cintaku pada belahan jiwaku….

Bersambung..

2 pemikiran pada “Puisi “Mantan” Daun Lontar”

Tinggalkan komentar